Senin, 24 Mei 2010

Mengalahkan Kekuatiran Dengan Iman

Kuatir adalah dosa! Ini adalah sebuah kebenaran yang nyata, oleh sebab itu Alkitab berkali-kali memerintahkan, "Jangan kuatir!" Kekuatiran tidak mengerjakan kebaikan sedikitpun, namun telah terbukti bahwa hal tersebut sangat merugikan.
Pada suatu saat Yesus menegur para pengikut-Nya dengan keras: "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? hai orang yang kurang percaya?" (Matius 6:25, 27, 30).
Untuk menggambarkan hal tersebut, Yesus berkata, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga." (Matius 6:26).
Apakah Anda pernah melihat burung mengalami nervous breakdown atau kekuatiran? Tentu saja tidak, burung-burung tidak pernah merasa kuatir karena mereka tahu bahwa Allah akan memberi mereka makanan bagi mereka. Yang perlu Anda ingat, "Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" (Matius 6:26). Benar, Anda jauh lebih berharga dari banyak burung.
Kekuatiran seringkali berasal dari keinginan duniawi kita. Iklan televisi telah menciptakan keinginan yang tidak terpuaskan kepada hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Nafsu adalah menginginkan sesuatu sekarang, sedangkan Iman adalah bergantung pada penyediaan Tuhan.
Yesus berkata: “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."(Matius 6:32-33).
Ketika kita berjalan dekat dengan Yesus hari demi hari, kita menemukan istirahat dan ketenangan. Tapi ketenangan batin tidak Anda dapatkan ketika Anda berjalan ke sana-kemari, menghabiskan waktu untuk mengejar hal-hal duniawi. Sebaliknya, dunia justru dapat menghancurkan Anda dengan banyak masalah dan membuat Anda takut. Surat-surat kabar tidak memberi Anda kabar baik! Iblis ingin Anda tetap berjalan dalam kekuatiran, Anda mulai mencemaskan semua hal. Tapi Tuhan berkata, "Jangan takut!"
Ketika Anda menghadapi hari Anda, jangan pernah melewatkan sumber berkat Anda yaitu Tuhan. Tuhan sangat mengasihi Anda dan tahu kebutuhan Anda yang sebenarnya, apakah itu kebutuhan fisik, sosial atau keuangan. Jadi datang kepada Tuhan dalam iman, berikanlah beban Anda kepada-Nya, mencari wajah-Nya, pujilah nama-Nya dan Dia akan menyediakan segala sesuatu yang Anda butuhkan!

jawaban.com

Senin, 17 Mei 2010

Ketika Bencana Alam Datang

Akhir-akhir ini banyak terjadi bencana yang berskala besar. Gempa besar berskala di atas 6 skala richter seperti yang terjadi di Indonesia dan China, letusan gunung berapi yang melumpuhkan Eropa dan banyak lagi. Apa tanggapan kita sebagai orang Kristen ketika berhadapan dengan hal tersebut. Tuhan Yesus sendiri telah memberitahukan bahwa kejadian-kejadian seperti itu akan terjadi menjelang kedatangannya yang kedua kali.
 Lukas 21:11 “dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. 
Pada waktu terjadi bencana alam seperti ini biasanya kita akan menanyakan 3 pertanyaan :
1. Mengapa hal ini terjadi?
2. Apa yang seharusnya saya lakukan?
3. Mengapa saya harus peduli? 
1.   MENGAPA HAL INI TERJADI?
 Pengkhotbah 8:17, “maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.“
 Sebagai manusia kita harus menyadari suatu fakta bahwa kita terbatas dalam pengertian. Kita bukan Tuhan. Kita mungkin tidak mempunyai jawaban atas pertanyaan tersebut tetapi kita tahu paling tidak ada 4 hal penting :
 Pertama, Kita hidup di dunia yang sudah rusak
Roma 8 :20-22 “Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan (creation was condemn to lose its purpose), bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.” 
Kedua, Bukan Tuhan Yang Menciptakan Kejahatan
1 Korintus 14:22 “Sebab Alah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” 
Ratapan 3:33 “Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.” (Dalam terjemahan lain dikatakan bahwa ‘Tuhan tidak bersukacita atas penderitaan umat manusia.’)
Ketiga, Tuhan Menangis Kalau Manusia Menderita
Yehezkiel 18:32 “Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”
Ibrani 4:15 “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”
Keempat, Kematian Sifatnya Universal dan Tidak Bisa Ditolak. Semua manusia pasti akan mati. Itu hanyalah masalah waktu.
Pengkhotbah 9:2 “Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupunorang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.”
2. APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN?
Dan Alkitab penuh dengan jawaban atas pertanyaan ini: yang intinya kita harus mengasihi korban bencana alam tersebut.
Amsal 3:28 “Janganlah engkau berkata kepada sesamau: Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,  sedangkan yang diminta ada padamu.”
Ayub 30:24 “Sesungguhnya, masakan orang tidak akan mengulurkan tangannya kepada yang rebah, jikalau ia dalam kecelakaannya tidak ada penolongnya?”
Lakukan sesuatu untuk membantu para korban bencana: Doakan, Beri Sumbangan dan jika mungkin jadilah sukarelawan.
3. MENGAPA SAYA HARUS PEDULI?
Karena hal itu menyenangkan Tuhan, cara satu-satunya melayani Tuhan adalah dengan melayani orang lain.
Ibrani 13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

1 Yohanes 3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Tuhan ingin kita menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Dia ingin kita menolong orang lain seperti Yesus telah menolong kehidupan kita semua.

View writer's profile

Kuasa Tuhan Ciptakan Malaikat

Alkitab memberitahu kita bahwa malaikat merupakan makhluk yang diciptakan Tuhan untuk melayani Tuhan, dan mereka bertugas untuk menyampaikan pesan Tuhan. Mereka juga merupakan roh yang memperhatikan manusia yang mempunyai keselamatan (lihat Ibrani 1:14).
Yesus sepertinya mengindikasikan bahwa anak kecil mempunyai malaikat yang selalu memandang wajah Bapa di sorga. (lihat Matius 18:10). Jadi konsep tentang malaikat pelindung didasarkan atas Alkitab. Sebagai tambahan, ada juga malaikat pekerja, pangeran malaikat seperti Mikhael (lihat Yudas 1:9) Sepertinya Injil mengindikasikan bahwa Mikael mewakili seluruh bangsa (Daniel 10:13).
Walaupun kita tidak tahu seperti apa bentuk malaikat, namun Alkitab menyebutkan tugas malaikat. Pasal pertama pada Yehezkiel memberitahu sebuah penglihatan dimana nabi melihat sekelompok malaikat yang sangat kudus dan penampilan mereka seperti manusia, hadir seperti kobaran api. Mereka mempunyai empat sayap dan beberapa wajah. Mereka berespon terhadap Roh Tuhan.
Dalam injil Yesaya disebutkan malaikat yang dipanggil serafim mempunyai enam sayap (Lihat Yesaya 6:2-6). Kelompok malaikat lainnya disebut sebagai kerubim yang melindungi kekudusan Tuhan itu sendiri dan di atas tutup perjanjian sayap mereka melambangkan kehadiran Tuhan (Keluaran 25:18-22).
Malaikat merupakan makhluk yang luar biasa, tidak kecil seperti yang kita lihat dalam karya seni Renaissance. Kekuatan mereka sungguh besar sehingga hanya melalui satu malaikat bisa menghancurkan 185.000 prajurit Asyur dalam satu malam (lihat II Raja-Raja 19:35)
Kehadiran mereka sungguh mengagumkan sehingga orang yang melihat mereka akan jatuh pingsan dengan muka ke tanah atau akan sujud secara otomatis (lihat Daniel 10:9).
Malaikat itu sungguh ada dan nyata. Mereka bermacam-macam jenisnya dan dengan tugas masing-masing. Karena kita tahu betapa hebatnya seorang malaikat, kita jadi lebih menyadari Pencipta malaikat yang lebih luar biasa lagi kuasa-Nya dibandingkan dengan malaikat yang diciptakan-Nya. Bersyukur bahwa Pencipta yang sebesar itu dapat kita panggil dengan sebutan Sahabat, Bapa, Tuhan kita.

View writer's profile

Cara Mengetahui Potensi

Untuk dapat berhasil dalam segala bidang, hal yang perlu diperhatikan adalah POTENSI. Artinya, kita harus bisa mengetahui potensi yang ada dalam diri kita dan mengembangkannya sebaik mungkin. Potensi yang sekecil apapun sangat berguna, dan dapat menjadi sesuatu yang luar biasa bila didayagunakan dengan baik.
Betapa sering di dalam sebuah percakapan sehari-hari muncul pernyataan seperti ini: "Jangan mengabaikan sesuatu yang kecil." Pernyataan ini muncul terutama karena seseorang kurang menaruh perhatian yang cukup kepada sesuatu yang kecil, kemudian mereka terkejut apabila menemukan yang tadinya kecil itu sudah menjadi sesuatu yang sangat besar.
Pertanyaan selanjutnya, apakah setiap orang dapat mengenal potensinya? Belum tentu. Potensi itu seperti harta karun yang terpendam dan perlu digali; seperti benih yang butuh waktu dan proses untuk dapat bertumbuh. Ada banyak cara untuk mengetahuinya, melalui psikotest, dari pimpinan, ataupun dari teman yang melihat potensi tersebut. Yang terpenting adalah mempunyai keinginan untuk mengembangkan potensi tersebut.
Ada beberapa hal yang bisa membantu kita untuk mengetahui potensi yang kita miliki antara lain :
Tahu tujuan hidup kita
Potensi yang ada dalam diri kita tidak akan jauh dari tujuan atau panggilan yang Tuhan sediakan. Maka dari itu, gali dan tanya pada Tuhan, apa tujuan hidup kita. Gali potensi yang kita miliki untuk tujuan tersebut.
Berada di lingkungan yang mendukung
Banyak orang justru mengetahui atau sadar kalau dia memiliki potensi tertentu karena orang lain, bahkan mendapatkan dukungan untuk mengembangkan potensi dari orang lain.
Tidak terfokus kepada keterbatasan
Focus on your potential instead of your limitation. Tuhan adalah The Creator, Dia menciptakan kita sama dan serupa dengan diriNya, Dia kreatif maka Dia juga yang memberikan kemampuan kepada kita untuk menjadi kreatif. Dia pula yang akan membantu kita untuk melihat jauh melebihi keterbatasan kita.
Tidak terfokus kepada kemampuan orang lain
Masing-masing kita diciptakan unik dan berbeda, berarti potensi kita juga berbeda. Masing-masing kita punya tujuan dan panggilan hidup yang berbeda, maka pasti kemampuan yang Tuhan berikan dalam diri kita juga akan berbeda.
Tidak terfokus kepada kegagalan
Hal yang paling mudah untuk membuat seseorang menyerah adalah waktu dia menemui kegagalan. Berhenti karena gagal hanya akan menghalangi kita untuk dapat bertumbuh, membuat kita tidak berani memulai lagi, dan akhirnya membuat potensi dalam diri kita mati.
Kita semua adalah manusia yang berpotensi, karena itu galilah potensi diri sendiri dan kembangkan potensi tersebut seluas mungkin. Mereka yang mau bekerja keras, berusaha, dan memakai setiap talenta dan karunia secara maksimal, adalah orang-orang yang akan mencapai kesuksesan dan jangan lupa untuk dapat membangun dan membagikan berkat tersebut kepada orang lain.

Penyembahan Selalu Menang

Ketika kita menyembah Tuhan, kita seolah-olah melepaskan beban emosional atau mental yang membebani hidup kita.  Apakah Anda menghadapi tantangan dalam hidup Anda? Apakah Anda membutuhkan pertolongan di beberapa area hidup Anda dan Anda tidak yakin hal tersebut akan datang dari mana ? Banyak orang Kristen saat ini menghadapi kesulitan serius. Beberapa kehilangan pekerjaan dan keuntungan. Yang lain berjuang dengan masalah kesehatan yang kritis dan hidup dengan hanya memikirkan tentang bagaimana cara menambahkan biaya obat dan mengunjungi dokter, juga untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti tempat tinggal, makanan dan pakaian.
Ada banyak hal di dunia yang mengancam kita. Tapi musuh terbesar kita, yaitu ketakutan,  bukan berasal dari luar. Ketakutan berasal dari dalam hati dan pikiran kita sendiri. Ketakutan begitu mencengkeram hidup kita dan sia-sia usaha kita untuk membebaskan diri.
Tuhan ingin kita benar-benar terbebas dari ketakutan. Dia tidak ingin kita menderita karenanya, dan Dia tidak ingin ketakutan itu menghentikan kita dari keyakinan untuk melakukan apa yang Dia katakan.
Ketika kita memahami dengan sungguh-sungguh mengenai kasih Tuhan yang tanpa syarat bagi kita, kita menyadari bahwa Dia akan selalu memperhaikan segala sesuatu yang kita butuhkan. Bagaimanapun, kita diciptakan untuk menyenangkan hati Tuhan.
Membaca, mendoa Firman  Tuhan, menyembah dan memuji Tuhan adalah cara kita untuk dapat bersekutu dengan Tuhan sehingga kita memegang senjata rohani yang ampuh untuk melawan kekuatan kegelapan. Efesus 6:12 mengingatkan kita bahwa kita tidak berperang dengan darah dan daging  tetapi dengan musuh jiwa kita. Kita tidak boleh bingung tentang identitas musuh dalam pertempuran kita!
Kesulitan dapat membawa godaan untuk menyerah dan menjadi negatif, depresi dan marah dengan Tuhan. Tapi kata pemazmur, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105, The Amplified Bible). Apapun masalah yang Anda hadapi, jawabannya dapat Anda temu di dalam Firman Allah.
Firman berjanji bahwa, "Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. (dapat diandalkan, dapat dipercaya, dan karena itu selalu setia kepada janji-Nya, dan Dia dapat bergantung pada) (1 Kor . 1:9). Mungkin kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan, tetapi kita mengenal Dia yang tahu, dan itu sudah cukup. Singkatnya - selama kita menyembah Tuhan, Dia akan memperhatikan kita!
Pelepasan datang melalui ibadah. Pada saat kita menyembah Tuhan, kita melepaskan beban emosional atau mental yang menghimpit hidup kita. Hal itu telah ditelan dalam kedahsyatan Allah. Ketika kita menjaga mata kita kepada-Nya, berdiri teguh dalam iman, tetap menyembah dan berpegang kuat pengakuan iman maka kita akan selalu melihat rencanaNya untuk hidup kita adalah untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Ketika Allah menjanjikan kepada Abraham seorang keturunan dari dirinya sendiri, Abraham berdiri teguh dalam imannya, percaya apa yang telah Tuhan katakan meskipun kelihatannya mustahil (lihat Kejadian 12-13; 15-18; 21). Alkitab mengatakan bahwa Abraham "orang yang telah mati pucuk" (Ibrani 11:12).
Tetapi Abraham tetap memuji dan memberikan kemuliaan kepada Allah. Ketika ia melakukannya, imannya bertambah kuat, dan akhirnya Tuhan memenuhi janji-Nya.
Hal yang sama diulang-ulang dalam Firman Allah dimana penyembahan selalu memenangkan pertempuran! Setan tahu betapa berbahayanya kita jika hati kita penuh iman. Kekhawatian adalah indikasi bahwa kita tidak mempercayai dan mengikuti Tuhan.
Allah sangat rindu untuk bisa menangani masalah kita jika kita bersedia untuk melupakannya dan menghabiskan waktu bersama-Nya. Ingatlah untuk selalu menyembah, jangan khawatir. Terlepas dari kesulitan-kesulitan yang sedang Anda hadapi, teruslah memuji dan memuliakan Tuhan. Iman akan bangkit dalam hati Anda, dan Anda akan diatasi masalah Anda bersama Tuhan.
Menyembah sebenarnya sangat menyenangkan dan memberi kita energi, tetapi khawatir membuat hati kita berat dan menyebabkan hilangnya sukacita.
Apakah Anda ingin merasa yakin semua kebutuhan anda akan dipenuhi? Mulailah menyembah Tuhan. Alkitab mengatakan tidak ada kekurangan bagi mereka yang benar-benar menyembah Tuhan dengan takut akan Dia. Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Hidup Beriman Dalam Dunia Sekuler

Krisis moral yang terjadi manusia bukan hal baru. Tidak ada yang "lebih sekuler" tentang dunia. Permusuhan terhadap Allah tak berubah sejak zaman Adam.
Hidup dengan iman di dunia sekuler tidak tergantung pada persetujuan atau ketidaksetujuan, penerimaan atau penganiayaan, atau kesehatan atau penyakit dunia. Masalah utamanya bukan pada kedalaman kebobrokan di dunia tetapi pada kedalaman keinginan pribadi Anda untuk Allah.
Daniel bersama dengan seluruh tokoh iman di Alkitab telah membuktikan bahwa sangatlah mungkin hidup dengan iman. Tak seorang pun yang pernah menderita karena mendapat tekanan yang dari lingkungan sekitarnya daripada Daniel.
Pada usia 16, ia menyaksikan keluarganya dibantai dengan kejam dan bagaimana desanya dibakar oleh prajurit Babel. Ia dibawa ke pembuangan, benar-benar ditelanjangi dan dipaksa untuk melayani seorang raja yang sangat kejam.
Mereka mengharuskan Daniel untuk mempelajari cara mereka belajar dan melakukan keinginan mereka. Mereka bahkan mengganti namanya untuk mencerminkan dewa-dewa mereka. Dalam berbagai cara, orang-orang yang menjadi pemimpinnya di dunia mencoba untuk menghancurkan kehidupan rohani Daniel dan gagal.
Mengapa? Karena Daniel memilih Allahnya dan ia memilih taat kepada-Nya. Bahkan ia berani  tetap memegang pilihannya tersebut walaupun itu berarti ia harus menghadapi kematian. Seluruh rahasia hidup dari iman Anda di dunia sekuler terletak dalam satu kata sederhana – memilih.
David memilih (lihat Mzm 27:4)..Maria memilih (lihat Lukas 10:38-42). Yesus memilih (lihat Matius 26:39). Dan hal itu berlaku juga untuk para pengikut-Nya.
Lihat ayat-ayat berikut:
• Yohanes 15:18-21
• Ulangan 30:15-20
• Yosua 24:14-15
• Matius 6:24
• Yakobus 4:1-5
Apa yang dapat Anda simpulkan dari ayat-ayat diatas? Apakah di antara ayat tersebut ada yang sesuai dengan kondisi dan situasi Anda sekarang ini?
Jika Anda berjuang hidup tanpa iman di dunia sekuler dan berpikir segala sesuatunya akan baik-baik saja, hal itu berarti bahwa pilihan Anda tidak jelas. Semua kejadian baik berasal daripada Tuhan. Jika Anda tidak bersama dengan-Nya maka yang terjadi hidup Anda akan mengikuti arus dunia yang ujungnya adalah maut.
Jadi masalahnya bukanlah kepada kekuatan, tetapi bagaimana Anda menyelesaikannya. Allah akan melakukan pilihan Anda dan memberikan kemenangan atas dunia jika itu memang pilihan Anda.
Pertanyaannya sekarang adalah: Apa yang Anda inginkan ketika menjalani dalam dunia sekuleri? Hidup dengan iman atau hidup tidak dengan iman? Pilihan ada di tangan Anda saat ini.

Melakukan Kebenaran Saat Situasi Menyakitkan

Ulangan 32:26
“TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang kepada hamba-hamba-Nya.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 137; 2 Korintus 10; 2 Samuel 1-2
Menunggu adalah sesuatu pekerjaan manusia yang sangat membosankan, apalagi jika itu berkaitan dengan hari pembalasan Allah. Sebagai umat Kristiani, kita dituntut Allah untuk mengasihi sesama manusia. Jika ada orang yang melakukan kesalahan atau menyakiti hati kita, kita tidak boleh membalas apa yang ia atau mereka perbuat. Namun, untuk menerapkan kasih yang seperti ini dalam kehidupan sehari-hari sangatlah susah.
Joel Osteen pernah mengalami kondisi dimana ia sangat ingin untuk membalas perbuatan orang yang telah jahat kepada ia dan keluarganya. Pria yang cukup lama ia kenal telah melakukan perbuatan tidak etis terhadap dirinya dan istrinya Victoria dalam hal perjanjian bisnis. Orang tersebut tidak menepati janjinya dan berakhir dengan mencuri banyak uang mereka.
Joel dan Victoria pun tergoda untuk melakukan pembalasan kepada pria itu dan membuat kehidupannya sengsara. Dalam pikiran mereka, orang ini telah membuat mereka menderita; mengapa mereka tidak membuatnya menderita saja? Namun, Roh Kudus mengingatkan mereka untuk menyerahkan segala permasalahan tersebut kepada Tuhan. Awalnya berat, tetapi akhirnya mereka pun tunduk kepada suara tersebut.
Satu bulan..dua bulan..tiga bulan..hingga sampai beberapa tahun Joel dan Victoria tetap tidak melihat perubahan apa pun dalam situasi tersebut. Tetapi, mereka tetap mengingatkan diri mereka bahwa Tuhan adalah Tuhan yang adil. Dan ternyata hari itu tiba. Entah dari mana, Tuhan secara ajaib masuk dan mengubah keadaan itu. Dia tidak hanya mengeluarkan orang yang telah membohongi mereka dari kehidupan mereka, Dia juga membayarkan kembali dalam kelimpahan segala sesuatu yang telah diambil orang itu.
Pengalaman hidup Joel Osteen kiranya membukakan mata rohani kita bahwa jika kita tetap melakukan kebenaran di saat yang tidak memungkinkan sekalipun, segala sesuatu yang baik akan kita terima suatu saat nanti. Pada waktunya juga, orang yang pernah melukai kita akan menerima hukuman dari Tuhan. Ini bukan berarti kita senang dengan pembalasan yang Tuhan kerjakan kepada orang tersebut, tetapi ini merupakan keadilan-Nya. Apa yang ditabur seseorang itulah yang akan dituainya kelak.
Allah akan menggenapi setiap janji-Nya dalam kehidupan Anda asalkan Anda tetap taat kepada firman-Nya.
Sumber: Jawaban.com